Senin, 03 November 2014

Pesta Nusantara di Pluit Village

BUBUR manado itu tampil kaya warna dan rasa. Ada warna kuning dari jagung, merah dari potongan kecil ubi, hijau dari bayam dan cokelat tua dari sambal roa nan pedas. Kami menikmatinya pada Food Lovers Festival di Pluit Village, Jakarta Utara. Sambil menikmati panorama sungai besar di muka mal yang kini terawat baik, kami menikmati bubur panas dan pedas itu di kawasan mal berupa balkon terbuka.

Festival ini dimulai pada 26 September 2014 lalu di East Mezzanine lantai 1. Kekayaan kuliner Nusantara dirayakan di sini. Berjajar-jajar, penjaja makanan legendaris yang mengusung menu dari penjuru Nusantara berjualan di sini. Selesai dengan bubur kaya warna dengan sambal juara dari Nasi Bakar Khas Manado itu, kami menjajal Nasi Ulam Misjaya yang lagi-lagi hadir meriah.

Ada nasi gurih serupa nasi uduk yang ditaburi potongan kecil mentimun, beberapa kerat dendeng daging sapi goreng, bawang goreng yang berlimpah serta kerupuk dan emping yang rapat menutupi permukaan atasnya.

Rasanya cenderung manis, terlebih dendeng sapi yang terasa betul legitnya. Sambalnya pun tak segalak yang versi Manado. Cita rasa yang sedikit manis juga hadir dari Lontong Sayur Medan Idola. Tradisi kuliner Nusantara selain kaya rempah, juga memang kaya ornamen.

Ada potongan lontong, taburan keripik kentang, wortel, kacang pan jang, tahu hingga telur balado dalam jang satu mangkuk sekaligus.sa Santannya tampil tipis saja, de ngan kesan manis yang sedikit kentara. Buat yang mencari makan malam mengeyangkan, menu ini sedap sekaligus padat.

Sambil berbincang menikmati desiran angin pantai Jakarta d Utara yang terasa hingga kawasan Ut Pluit ini, pesan saja cakue dengan Plui sambal kacang. Cakue-cakue bongsor samba itu dipotong-potong hingga siap disuap.Celupkan pada sambal dan obrolan akan kian lancar, sedap! (Zat/M-3) Media Indonesia, 2/11/2014, halaman 23