Selasa, 02 Desember 2014

Kota nan Cantik Semur-en-Auxois

GUYURAN hujan menyambut kedatangan saya siang itu di kota kecil Semur-en-Auxois, yang juga berada di wilayah Bourgogne. Dari kejauhan, terlihat puncak salah satu dari empat menara peninggalan kerajaan setempat dengan dinding berwarna kecokelatan dan atap menara yang lancip berbentuk kerucut berdiri tegak.

Empat menara dan beberapa bangunan seperti Gerbang Sauvigny, Gereja Notre Dame, benteng kerajaan yang berdiri kukuh, serta bangunan lainnya yang saya telusuri setelah hujan reda, memperlihatkan betapa kota ini penuh sejarah.

Dengan menyusuri jalan kecil berbatu, khas jalan di kota-kota kecil di Eropa, saya menikmati tempat tersebut satu per satu, ditemani seorang kenalan, Sebastien Bonnet. Gerbang Sauvigny merupakan tempat pertama yang saya kunjungi di tengah udara sejuk, setelah beristirahat dan makan siang di kediaman keluarga Jean Francois Bonnet yang ramah, orangtua Sebastien.

Senin, 01 Desember 2014

Perempuan Nomor Satu di Majapahit

Menyelami peradaban kuno lewat tarian dan bangunan berstruktur kompleks membuktikan bangsa ini pernah jaya dan sangat mungkin menjadi negeri besar kembali. Puluhan orang duduk bersila di tanah berumput. Ada yang sudah P menyiapkan alas berupa tikar, tapi sebagian duduk di atas rumput yang sedikit lembap karena saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 20. 30 WIB.

Sedikit embun sudah turun membasahi. Kami, 36 pelancong asal Jakarta yang mengikuti perjalanan bersama Gelar dalam rangka mengenang 721 tahun Kerajaan Majapahit juga ikut bergabung bersama mereka. Rumput yang kami jadikan alas duduk merupakan bagian pelataran halaman Candi Brahu, peninggalan zaman Mpu Sindok yang menjulang megah 20 meter.

Akhir pekan lalu, candi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, itu disulap menjadi sebuah tempat pementasan, dengan tambahan panggung 7x4 meter. Sorotan lampu di kiri dan kanan bangunan tersebut menampilkan efek mewah, bayangan yang terbentuk menghasilkan efek tiga dimensi di depan pintu.

Rabu, 19 November 2014

Rumah Tempat Merancang Masa Depan

Rumah besar (umma kaladha) bagi setiap suku di Sumba, Nusa Tenggara Timur, menjadi tempat berkumpul untuk merencanakan masa depan serta membuat dan merealisasi janji dengan para leluhur.

ROMBONGAN tamu yang akan dijemput baru akan datang pukul 09.00 Wita. Namun, para penari, penabuh tambur dan gong, beserta tetua adat Kampung Adat Manola di Desa Tena Teke, Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah bersiap-siap di gerbang kampung sejak Sabtu (4/10) pukul 07.00.