Sabtu, 07 Maret 2015

Banyuwangi Festival 2015 Gelar 38 Event

PERGELARAN wisata sejuta pesona Banyuwangi Festival (B-Fest) kembali digelar. Ajang tahunan yang telah digelar sejak 2012 itu menyuguhkan beragam potensi wisata daerah mulai dari seni, budaya, olahraga, hingga kearifan lokal.

Tahun ini, sebanyak 38 event akan dimainkan, termasuk parade kostum suku asli Banyuwangi, Tanah Using, dalam Bayuwangi Ethno Carnival (BEC), yang tahun ini masuk kalender wisata nasional Kementerian Pariwisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menilai ajang B-Fest tidak hanya sekadar promosi pariwisata, tetapi juga memotivasi masyarakat membangun potensi daerah mereka.

Rabu, 04 Maret 2015

Cerita Bandit, Virus, dan Seekor Tupai

SABTU gaduh. Begitu juru tulis di Keresidenan Batavia mencatat. Nama Entong Tolo termaktub di situ. Surat tersebut ditujukan pada Kepala Gubernur Jendral A W F Idenburg oleh Sekretaris Karesidenan Batavia J Van Gigch. Tempat Gorin kecurian. Hari itu, Sherlock Holmes, Kepala Polisi Hindia Belanda, sudah mengendus kasak-kusuk bahwa pelaku pencurian di tempat Gorin ialah Entong Tolo, “Robin Hood van Batavia“ yang antituan tanah.

“Diajukan ke pengadilan pun Inlander itu pasti akan luput dari jerat!“ keluh kepala polisi.

Dalam suratnya, sekretaris memohon supaya Gubernur Jenderal mengeluarkan surat pembuangan bagi Entong Tolo berdasarkan Pasal 47 RR, pasal yang mengait pada perbuatan khusus, terlepas orang itu melanggar atau tidak melanggar hukum.

Sabtu, 28 Februari 2015

Likurai dan Ritus di Timor

Tari Likurai menyimpan kisah heroik masa silam. Benarkan penggal kepala masih dilakukan dalam ritus adat orang Belu?
Memang, dolo (dahulu kala) pentas Likurai sebagai bukti; keperkasaan seorang pahlawan saat pulang baparang (berperang).Itu dolo, sekarang su (sudah) beda, toh...! INTONASI suara Mesakh Silla, pecah seketika. Sua ranya terdengar lantang. Ia mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa pasar Melayu-Kupang. Meski demikian, ia tergolong salah satu penduduk setempat yang ramah. Ia menemani saya untuk menelusuri kisah unik penggal kepala dalam tarian sakral Likurai.

Bagi masyarakat Belu, tarian tradisi itu menjadi penting, terutama sebagai simbol kebersamaan dan keramahan. Suguhan tarian pun menjadi hal wajib untuk menyambut tamu biasa hingga penting yang datang ke Belu. Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat ditempuh lewat perjalanan darat. Biasanya memakan waktu selama lebih kurang 7 jam dari Kota Kupang, ibu kota NTT. Namun, kini ada juga jalur udara sehingga lebih cepat sampai tujuan. Tari Likurai merupakan tarian perang. Setiap gerakannya berbentuk repetitif. Itu membuat tarian tradisional ini menjadi mudah bila kita pelajari.Sebuah warisan leluhur masyarakat Belu. Ada pesan, kesan, dan tentunya nilai-nilai spiritual terbungkus rapi.