Senin, 01 September 2014

Gerobak Sapi Menjejak Mal dan Hotel

SALAH satu sarana angkutan barang atau kargo yang pernah berjaya di Daerah Istimewa Yogyakarta ialah gerobak sapi. Namun, kini keberadaannya semakin tersisihkan. Bahkan nyaris tidak ada lagi yang menggunakannya sebagai sarana angkutan barang. Fungsi gerobak sapi kini sudah tergusur oleh ‘gerobak peminum solar’--truk atau pikap--yang mampu mengangkut barang lebih banyak dan lebih cepat.

Namun, setelah beberapa kali festival gerobak sapi diselenggarakan, sarana angkutan tradisional itu kembali diminati. Pesanan pembuatan gerobak sapi terus mengalir. Hanya, fungsinya bukan lagi sebagai sarana transportasi, melainkan sebagai klangenan (kegemaran) semata.

Senin, 04 Agustus 2014

Pos Indonesia Tambah 20 Hotel

Bisnis properti merupakan terobosan yang dilakukan perusahaan pengantar surat ini untuk keluar dari core business. Perusahaan akan menerbitkan surat utang (obligasi) sebesar Rp1 triliun pada semester pertama 2015. PT Pos Indonesia (per sero) semakin me lebarkan sayapnya di bisnis properti. Setelah membangun dua hotel pada tahun ini, perusahaan berpelat merah itu akan menambah pembangunan 20 hotel pada 2015.

Direktur Utama Pos Indonesia Budi Setiawan menuturkan perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,4 triliun pada 2015 untuk pembangunan 20 hotel berbintang tiga yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Selasa, 15 Juli 2014

Dilema Pariwisata di Negeri Lompat Batu

Krisis listrik menjadi salah satu kendala investor minim menanamkan modal di Nias. Pulau Asu dan Pulau Bawa merupakan dua destinasi primadona di Kepulauan Nias yang memiliki ketinggian ombak 7-9 meter. Ditambah lagi adanya desa adat Tumori dengan berderetnya rumah adat dan tradisi lompat batu.

DUA peselancar sedang berlatih dengan bimbing an peselancar senior. Ombak setinggi 4 meter di Pantai Sirombu, Kabupaten Nias Barat, cocok untuk tempat berlatih para peselancar pemula. Apalagi pada musim berselancar seperti sekarang ini, banyak peselancar dalam dan luar negeri mendatangi Nias untuk bermain di atas ombak.

Selasa, 01 Juli 2014

BANGKA BELITUNG Kunjungan Wisatawan belum Signifikan

JUMLAH wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bang ka Belitung, belum terlihat me lonjak.
Saat ini, jumlah kun jungan wisatawan baik domestik maupun mancane gara totalnya mencapai 87.224 orang.

Kepala Disbudparpora Bang ka Tengah, Zaidi, menga takan dari jumlah wisata wan tersebut, terdapat 940 wisatawan mancanegara.

Senin, 09 Juni 2014

Amari Trans-Jakarta Angkut 6.418 Penumpang

ANGKUTAN malam hari (amari) Trans Jakarta yang dioperasikan sejak Minggu (1/6) di tiga koridor diminati. Total selama 12 jam dioperasikan dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB setiap harinya, telah terangkut 6.418 penumpang.
Kepala Unit Pengelola (UP) Trans-Jakarta, Pargaulan Butar Butar di Jakarta mengatakan dari hasil evaluasi selama dua hari, animo masyarakat untuk menggunakan amari bus Trans-Jakarta cukup tinggi.

Argumentasi itu didasarkan pada cukup banyaknya warga Jakarta yang memanfaatkan fasilitas transportasi itu.
Rute paling sibuk sekaligus diminati ialah Blok M-Kota yang merupakan koridor I. “Saya lihat jumlah penumpang di koridor I yang bagus.

Jumat, 06 Juni 2014

Tune Berencana Buka 150 Hotel

Air Asia dan Blue Bird Group bekerja sama menyediakan layanan airport transfer to city.
GUNA menanggapi permintaan wisatawan terkait dengan pengadaan penginapan mewah berbiaya murah, Tune Hotels akan hadir dengan membangun ratusan hotel di belahan Benua Eropa, Afrika, dan Asia. Dalam tiga tahun ke depan, Grup Tune Hotels berancana menambah hotel serupa hingga 150 unit.

“Sejauh ini baru ada 45 Tune Hotels yang tersebar di sembilan negara, semisal di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Inggris, Skotlandia, Australia, India, dan Jepang,” kata CEO Grup Tune Hotels Mark Lankester di sela pembukaan Tune Hotels Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 di Sepang, Malaysia, Sabtu (31/5) malam.

Jumat, 09 Mei 2014

Kroasia tidak Mau Menjadi sekadar Turis

Terlepas dari inkonsistensi penampilan mereka selama kualifikasi, para punggawa Vatreni tetap optimistis dengan peluang mereka di Brasil. MESKI belum punyasejarah panjang Piala Dunia, sejatinya prestasi Kroasia tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan dalam debut di ajang empat tahunan itu pada 1998 di Prancis, the Blazers langsung mengejutkan dunia dengan menempati posisi ketiga setelah mengalahkan Belanda 2-1.

Memang di dua Piala Dunia setelahnya (2002 dan 2006) mereka gagal mengulangi prestasi itu dengan hanya sampai di babak penyisihan grup. Bahkan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Vatreni tidak ambil bagian lantaran tidak lolos kualifikasi.