Jumat, 09 Mei 2014

Kroasia tidak Mau Menjadi sekadar Turis

Terlepas dari inkonsistensi penampilan mereka selama kualifikasi, para punggawa Vatreni tetap optimistis dengan peluang mereka di Brasil. MESKI belum punyasejarah panjang Piala Dunia, sejatinya prestasi Kroasia tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan dalam debut di ajang empat tahunan itu pada 1998 di Prancis, the Blazers langsung mengejutkan dunia dengan menempati posisi ketiga setelah mengalahkan Belanda 2-1.

Memang di dua Piala Dunia setelahnya (2002 dan 2006) mereka gagal mengulangi prestasi itu dengan hanya sampai di babak penyisihan grup. Bahkan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Vatreni tidak ambil bagian lantaran tidak lolos kualifikasi.

Meski begitu, negara pecahan Yugoslavia itu selalu berpotensi mengejutkan dalam setiap kehadiran mereka. Pun dalam keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil.
Meski tidak ada lagi para pemain generasi emas seperti Davor Suker, Zvonimir Boban, ataupun Slaven Bilic, bukan berarti kekuatan negara Balkan itu bisa dianggap enteng.

Dengan para punggawa seperti Luka Modric (Real Madrid), Mario Mandzukic (Bayern Muenchen), Ivan Rakitic (Sevilla), dan Darijo Srna (FC Shakhtar Donetsk), bukan tidak mungkin tim besutan Niko Kovac itu bakal kembali mencuri perhatian di Brasil nanti, atau bahkan mereka bakal mengulang prestasi 1998.

Jawabannya mungkin baru bisa didapat para 12 Juni nanti di Arena de Sao Paulo. Saat itu Vatreni akan menantang juara dunia lima kali dan sekaligus tuan rumah Brasil di laga pembuka.

“Laga pembuka Piala Dunia selalu membuat gugup karena tensinya sangat tinggi. Segalanya bisa terjadi. Kemungkinan kejutan amat mungkin terjadi,“ tukas kapten tim Darijo Srna. Di Piala Dunia 2004, Kroasia tergabung di Grup A bersama Brasil, Meksiko, dan Kamerun. Kecuali Brasil, mungkin tiga tim lain mempunyai kekuatan yang seimbang.

Hal itu pun diakui sang arsitek.
“Brasil tentu saja menjadi favorit di grup itu, tapi posisi kedua sangat mungkin buat kami. Pesaing terberat kami mungkin Meksiko karena tim itu selalu tampil baik di Piala Dunia. Jadi, persaingan perebutan posisi kedua mungkin bakal ketat,“ ujar Kovac.

“Kuncinya di laga pertama. Laga melawan Brasil di laga pembuka pasti akan ditonton seluruh dunia.“
Terlepas dari inkonsistensi penampilan mereka selama kualifikasi, para punggawa Vatreni tetap optimistis dengan peluang mereka.
Paling mengesankan Meski lolos ke Brasil, Kroasia memang sempat membuat para pendukung waswas. Betapa tidak? Setelah lima kali menang dan sekali imbang di enam laga pertama, penampilan Luka Modric dkk langsung melempem dengan hanya mengemas satu dari 12 poin yang tersedia. Mereka bahkan dua kali kalah di kandang sendiri, yakni 0-1 dari Skotlandia dan 1-2 dari Belgia.
Untungnya, setelah itu, penampilan mereka kembali membaik sehingga mampu finis di posisi kedua dengan 17 poin, defisit 9 angka dari pemuncak klasemen Grup A Belgia.

Dengan predikat sebagai runnerup Kroasia pun harus melakukan pertandingan tambahan demi memastikan tempat di Brasil.
Kroasia tercatat telah empat kali tampil di Piala Dunia. Dari keempat penampilan di ajang paling prestisius tersebut, Piala Dunia 1998 di Prancis amat mungkin menjadi penampilan mereka yang paling mengesankan.

Kala itu mereka bukan saja mampu finis di posisi ketiga, melainkan juga berhasil mengalahkan salah satu tim raksasa, Jerman, 3-0 untuk meraih tiket ke perempat final. (Berbagai sumber/Mln/R-1) - Media Indonesia, 07/06/2014, Halaman 28