KUTAI Kartanegara(Kukar) sedang bersiap untuk kembali menye lenggarakan Festival Erau, Juni mendatang. Selain menampilkan beragam budaya lokal, lewat kerja sama dengan Culture of International Organization of Folk Arts (CIOFF), 11 negara juga dipastikan bakal ikut dalam festival adat tahunan ini.
Menurut Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, kehadiran negara-negara sahabat dalam Festival Erau memberikan nuansa berbeda setiap tahunnya.
Selain menjadi ajang edukasi bagi masyarakat setempat, festival ini juga menjadi `jembatan' untuk mengenalkan budaya Erau dan Kutai Kartanegara ke seluruh dunia.
Tour Travel Agent Dan Pariwisata Indonesia By GRC Tour Service
Sabtu, 26 April 2014
Sabtu, 19 April 2014
Kopi Jawa Barat Riwayatmu Kini
“PAK Asep, ini daun pinus sifatnya panas dan tajam, tidak baik untuk perkembangan pohon kopi. Ini juga ada hama penggeret buah, ini harus dibersihkan. Kalau tidak, buahnya saja yang merah, tapi dalamnya kosong,“ ujar Alexander Merdeka, 34, volunter dan praktisi kopi yang turut membina para petani di kawasan Desa Lamajang, Pengalengan, Jawa Barat.
“Oooo begitu, ya, Pak... Saya tak tahu. Habis bagaimana, kami juga tak punya modal pemeliharaan. Yah, jadi kalau ada dedaunan kami biarkan saja,“ jawab Asep.
Percakapan itu terjadi antara Asep (petani kopi) dan Alexander Merdeka, 34, penggiat yang membina petani kopi di kawasan tersebut. Percakapan berlangsung di tengah kebun kopi yang lokasinya sekitar 5 km dengan mendaki Gunung Tilu di Pengalengan, Jawa Barat.
“Oooo begitu, ya, Pak... Saya tak tahu. Habis bagaimana, kami juga tak punya modal pemeliharaan. Yah, jadi kalau ada dedaunan kami biarkan saja,“ jawab Asep.
Percakapan itu terjadi antara Asep (petani kopi) dan Alexander Merdeka, 34, penggiat yang membina petani kopi di kawasan tersebut. Percakapan berlangsung di tengah kebun kopi yang lokasinya sekitar 5 km dengan mendaki Gunung Tilu di Pengalengan, Jawa Barat.
Langganan:
Postingan (Atom)