Kamis, 15 Januari 2015

Dikenal sejak Zaman Romawi Kuno

BATU akik kini sangat populer di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan sebagian menyebutnya sebagai `batu mustika'. Secara umum, batu itu dikenal dengan sebutan batu agate. Batu akik berasal dari batuan lava gunung berapi kuno. Proses awalnya dibentuk dari pelepasan volatile dalam massa cair bercampur dengan materi mengandung silika dan tersimpan dalam lapisan dasar bebatuan.

Guna mengetahui warna dan coraknya, batu akik harus dipotong melintang. Keindahan batu akik beragam dan memiliki keunggulan itu yang menentukan nilai harga jualnya.

Konon batu agate dikenal sebagai batu achate. Sebutan itu diberikan karena batu indah dan berharga itu pertama ditemukan di Sungai Achates pada zaman Yunani kuno. Sebagian masyarakat di Pulau Jawa, Romawi, dan Yunani kuno memiliki kepercayaan batu akik dinilai bertuah dan berkekuatan magis. Dengan alasan tersebut, batu akik kerap dijadikan jimat.

Jenis akik banyak sekali variasinya dan tersebar di seluruh dunia.Begitu pula warna yang dimiliki sangat beraneka ragam. Sementara itu, penamaan batu akik yang bervariasi biasanya disesuaikan dengan asal lokasi batu ditemukan. Di dunia, ada ribuan batu mulia, tapi hanya sekitar 174 jenis batu mulia dan batu akik yang dikenal populer.Lokasi batu akik yang terkenal, di antaranya berasal dari Myanmar, Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Iran, dan beberapa negara di kawasan Afrika.
Di Indonesia, terdapat sekitar 20 jenis batu mulia yang bisa ditemukan mulai dari Aceh hingga Lampung. Di Aceh, dikenal batu indocrase atau batu yang berwarna hijau lumut. Terdapat pula batu sungai dareh yang banyak ditemukan di daerah Dharmasraya, Sumatra Barat.

Di wilayah Pulau Jawa mulai dari Banten, Garut (Jawa Barat), Purbalingga, Gombong, Kebumen, Wonogiri (Jawa Tengah) khususnya di daerah Kismantoro, Donorojo Pacitan hingga Trenggalek, Jawa Timur, juga banyak ditemukan berbagai jenis batu mulia.
Informasi dari Ketua Asosiasi Perajin Perhiasan dan Batu Permata Jawa Timur H Moh Fathoni Masruchan mengatakan terdapat empat jenis batu mulia yang memiliki nilai tinggi dan paling diminati, yakni rubi, safir, zamrud, dan mata kucing. Harga batu tersebut mulai dipatok dari Rp50 ribu hingga Rp1 miliar.

Popularitas batu akik di dalam ne geri kian meroket. Bahkan saat ini, para penggemar batu akik memburu batu akik lokal. Seiring perjalanan waktu, harga batu akik asal Indonesia mulai bersaing dengan batu akik impor.
M Yamin Pahlevi mengatakan batu akik harganya tinggi sangat tergantung dari kebeningannya, warnanya, kehalusan gosokannya, dan beratnya atau karatnya.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, seorang kolektor batu mulia memiliki koleksi yang dibanderol dengan harga amat fantastis, Rp2,5 miliar. Bahkan batunya itu sempat diminati Sultan Brunei Darussalam. (Drd/M-5) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 25